RPA Data Center

Sample Copy: View Response #5,594
New ResponseNew Response
|
Edit ResponseEdit Response

SBRC Survey for Teachers

After discussion with the UESF Elementary Committee, SFUSD has put together a Task Force to review and provide guidance on revisions to the TK-5 Standards Based Report Cards.  The Task Force has defined the purpose of the SFUSD K-5 SBRC as follows: to provide a concise and periodic tool for communication among teachers, families and students that includes comprehensible information about a child’s social emotional development, academic development and unique assets.  In an effort to make this tool useful to teachers and families while serving the above purpose, feedback from both groups is essential.  Thank you for taking the time to provide feedback on your experience with the SBRCs.
Are you a teacher who completes the SBRCs?

No 

For which grade(s) have you completed SBRCs?

How often do you use the available rubrics to inform your completion of the SBRCs?

Always 

Approximately how long do you spend completing an SBRC for one student in its entirety?

60 + minutes 

What aspects of the SBRC do you find the most useful for communicating with families?

yes

What aspects of the SBRC do you find the LEAST useful for communicating with families?

Hewlett-Packard

What aspects of the SBRC do you think should not be changed?

bernstein97sheehan

What aspects of the SBRC would you like to see changed for the 2015-2016 school year?

bernstein97sheehan

What should be added to the SBRCs and why?

 

What should be omitted from the SBRCs and why?


 Penyebaran virus corona yang saat ini menyebar dengan benar-benar luas di Indonesia tentu saja membuat seluruh orang khawatir. Virus Corona yang berasal dari China ini masuk dan terdeteksi di Indonesia sejak awal Maret lalu. Dalam blog Mas Penulis menerangkan dua jenis percobaan yang dijalankan untuk mengetes apakah seseorang terinfeksi virus Corona. Penyebaran yang kian meluas membuat jumlah yang terinfeksi meroket amat pesat. Sampai dikala ini sudah ada ribuan orang yang telah di test dan ada banyak ribuan orang pula yang telah positif terinfeksi corona.
 
  Seperti negara lain yang juga sedang berjuang menghadapi virus corona, Indonesia juga berjuang dengan melaksanakan banyak test. Ada dua ragam tes yang dikerjakan untuk mengetes apakah seseorang terinfeksi virus corona. Percobaan tersebut yakni rapid tes dan swab percobaan. Di dalam blognya, Mas Penulis membeberkan secara rinci perbedaan apa saja dari kedua jenis percobaan hal yang demikian. Simpelnya, kedua tes hal yang demikian memang dipakai untuk menguji apakah seseorang terinfeksi virus corona. Jika mengamati dari gejalanya saja, para tenaga medis kurang yakin apakah seseorang terinfeksi corona karena gejalanya mirip dengan flu umum. Bahkan banyak pula pasien yang sudah positif tetapi tidak memperlihatkan gejala sama sekali.
 
 <img src="https://www.phoenixdancetheatre.co.uk/wp-content/uploads/2016/02/UntilWithOutEnough-Photo-by-Stephen-Wright-02-e1456917816546.jpg" />
 
  Rapid test dan swab test dijalankan untuk mengetahui dan screening pencegahan awal supaya daya medis bisa mengisolasi pasien yang telah positif terkena corona sehingga tak menularkannya ke orang lain. Alat rapid test dan swab test didatangkan dari China dan negara lain dalam jumlah besar untuk mengetes ribuan orang di Indonesia. Keduanya mempunyai sebagian perbedaan dari sistem kerja, hasil yang dibuktikan dan cara pengetesan yang berbeda pula. Cara pengetesan untuk rapid test menerapkan sampel darah. Jadi tiap orang yang akan dites akan diambil darahnya kemudian diteliti apakah ada virus didalamnya. Meski swab test, pasien akan diambil sample lendir dari hidung dengan memakai alat khusus.
 
  http://maspenulis.com  metode kerjanya, rapid test akan meneliti antibodi yang terwujud di dalam darah ketika seseorang terserang virus. Seandainya antibodi hal yang demikian timbul, ada kemungkinan pasien tersebut terinfeksi virus corona. Tetapi untuk lebih jelasnya, pasien wajib menjalankan tes lebih lanjut. Meskipun untuk swab test metode kerjanya seketika mengambil sample lendir dari hidung atau tenggorokan yang akan segera diteliti apakah ada virus didalamnya. Seperti yang diinformasikan WHO bahwa virus corona lazimnya masuk melalui hidung atau tenggorokan.
 
  Kedua test tersebut juga mempunyai keakuratan yang berbeda. Rapid test dievaluasi kurang akurat sebab hanya mengecek antibodi di dalam darah yang nantinya sepatutnya dikerjakan pengecekan semakin mendalam. Tapi untuk dikerjakan dalam jumlah besar, rapid test tepat sasaran untuk screening permulaan penderita yang positif. Walaupun swab test, seperti yang ditulis oleh Mas Penulis dalam blognya memiliki kecermatan yang lebih tinggi.
 
 

Are you satisfied with the timing/ pacing of the SBRCs during the year?

No 

if no, then “What changes in timing or pacing of the SBRCs would you like to see?”

 

How challenging was it to use Synergy TeacherVue to complete your SBRCs?

 

What feedback do you have on using Synergy TeacherVue to complete your SBRCs?

 

What additional comments do you have that would inform the revision of our district’s SRBCs for 2014-2015?

 

Would you like to participate in hands-on revision of the SBRC as a member of the Task Force? (extended hour compensation is provided)

Yes 

If yes: “Please provide your email for more information.”

 

Any additional comments to add?

 
Created at 4/20/2020 7:50 PM  by  
Last modified at 4/20/2020 7:50 PM  by